Translate

Senin, 22 April 2013

ORGANISASI MAHASISWA


*Manfaat Berorganisasi Bagi Mahasiswa
         Beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:
1.  Memperluas pergaulan
2.  Meningkatkan wawasan/pengetahuan
3.  Membentuk pola pikir yang lebih baik
4.  Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
5.  Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
6.  Melatih leadership (kepemimpinan)
7.  Belajar mengatur waktu
8.  Memperluas jaringan (networking)
9.  Mengasah kemampuan social
10.Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya

* Tips Agar Organisasi Bermanfaat
       Beberapa tips bisa Anda jadikan pegangan dalam memilih organisasi, agar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi anda, antara lain:
1.   Lihat visi dan misi organisasi itu
2.   Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai dengan minat, kemampuan dan waktu luang anda.
3.   Posisi apa saja yang ada dalam organisasi itu. Sesuaikan posisi yang anda inginkan. Pelajari kemungkinan     
      anda menduduki posisi itu.
4.   Setelah bergabung tunaikan hak dan kewajiban anda dengan bersemangat. Coba paling tidak 3 bulan.
5.   Jika selama 3 bulan anda merasakan manfaatnya maka teruskan, dan jika tidak bermanfaat segeralah
      mundur dan cari organisasi lain yang lebih sesuai.

Manfaat Ikut Organisasi Mahasiswa di Kampus
      Dengan mengikuti organisasi mahasiswa, manfaatnya banyak sekali untuk masa depan kamu. Dengan catatan, kamu berperan sebagai partisipan aktif, bukan sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan, Kalau hanya nemanya yang terdaftar, kamu akan melewati kesempatan-kesempatan untuk mempelajari softskills yang nantinya berguna di dunia kerja. Lalu kalau ikut, keuntungan apa yang kamu peroleh? nah di bawah ini dijelaskan beberapa diantaranya:

1. Melatih Leadership
Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kamu urus seperti acara-acara organisasi,
yang tentunya melibatkan banyak orang, baik itu sesama mahasiswa anggota organisasi ataupun orang-orang di luar organisasi. Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya memilki sikap dan karakter yang lebih aktif dibidang mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara. Jika saat ini belum terbayang seperti apa rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, jika nanti sudah berpartisipasi dalam organisasi, sadar atau tidak sadar, kamu akan terperangah bahwa sesungguhnya kamu mampu melakukannya. Di dunia kerja, keterampilan leadership ini pasti bermanfaat sekali. Seringkali di lowongan-lowongan kerja memasukan leadership sebagai salah satu kriteria untuk calon karyawan barunya, meskipun untuk posisi level staf yang sebenarnya tidak memiliki bawahan. Kamu yang mengikuti organisasi mahasiswa dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi dan mengarahkan diri sendiri dan rekan dalam bekerja. Atasan juga lebih senang karena tidak harus mengarahkan kamu terus menerus.

2. Belajar Mengatur Waktu
Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa kamu gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Sementara itu, kuantitas tugas kuliah tetap sama saja antara kamu yang ikut organisasi dan teman-teman lain yang tidak ikut organisasi. Agar keduanya dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik mutlak harus kamu lakukan. Mungkin pada awalnya, kamu akan sedikit kewalahan membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi, lama-lama kamu akan semakin terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini dapat terus terbawa sepanjang sisa hidup kamu. Setelah bekerja di kantor nanti, kamu akan lebih terlatih dalam mengelola tugas-tugas yang jumlahnya tidak sedikit dan menetapkan prioritas tugas mana yang harus lebih dulu dikerjakan.


3. Memperluas Jaringan Atau Networking
Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang kamu kenal. Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang kamu pilih, dan sebagainya. Mereka ini (bisa juga disebut sebagai jaringan) jangan diremehkan, karena merupakan aspek yang penting, terutama bagi fresh graduate dan mereka yang sedang mencari pekerjaan. Dari mereka, kamu akan dapat memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan. Entah itu dari kantor tempat mereka bekerja atau dari informasih yang mereka miliki. Dan menurut kebiasaan di berbagai perusahaan, rekomendasi kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut biasanya prosesnya bisa lebih cepat, karena mereka telah memilki gambaran dari karyawan dalam tersebut mengenai kamu sebagai calon karyawan baru.

4. Mengasah Kemampuan Sosial
Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut organisasi, kamu juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari program studi yang lain. dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman kamu akan berbagai karakteristik orang. Sesuai pengetahuan umum, manusia dapat semakin kaya. Saat bekerja nanti, keterampilan ini akan sangat membantu.  Kamu akan lebih berpengalaman berinteraksi dengan berbagai karakter rekan kerja, sehingga nantinya akan memudahkan kinerjanya kamu.

5. Problem Solving dan Manajemen Konflik
Banyak berinteraksi dengan orang, dengan berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja didepan atasan, dan lainnya yang rentan menimbulkan konflik. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kamu tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar tidak sampai menurunkan performa kerja.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa organiasi mahasiswa berperan sebagai ajang simulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong soft skill seperti ini. Saat berada didalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak dijual di pasaran sebenarnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips praktis mengenai soft skill ini. Namun jika tidak dipraktekan ke dalam bentuk perbuatan nyata atau benar-benar melakukannya, ya sama aja nihil. Karena berkaitan dengan soft skill ini,  ada perbedaan mendasar antara tahu teori dan mampu mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kantor. Berdasarkan pengalaman para recruiter perusahaan, seringkali memiliki riwayat organisasi memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai bari. Seperti poin-poin mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan  berpendapat bahwa calon pegawai yang memiliki pengalaman organisasi lebih terlatih jiwa kepimimpinannya, memilki manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang luas, keterampilan interpersonalnya juga lebih baik, serta pemilihan soludi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan terlatih menyelesaikan konflik jika dibanding mereka yang tidak memilki pengalaman organisasi.

Tugas atau tanggung jawab INTI dari seorang Ketua Umum sebuah Organisasi adalah mempersatukan semua anggota organisasi yang ada dan merangkul/kerjasama dengan orang lain yang diluar organisasi, bukan memecahbelah orang yang ada dalam organisasi dan memusuhi orang-orang yang di luar organisasi.